Sabtu, 05 Oktober 2024

 Kampung Apogomakidaa (Apouwo) Tahun 1971 

Pusat Misi Katolik dan Penerbangan di daerah Papua Tengah di  bagian pegunungan Tengah

Kampung Apogomakidaa, atau lebih dikenal dengan nama Apouwo, memiliki sejarah yang panjang sebagai salah satu pos penting di wilayah Papua Tengah. Pada tahun 1971, kampung ini sudah menjadi bagian penting dari penyebaran misi Katolik dan layanan penerbangan di daerah Sukikai. Sejarah pos ini dimulai jauh sebelum itu, pada tahun 1956, ketika pos misi Katolik didirikan di sini, menjadikannya salah satu pos misi tertua di wilayah ini.

Pos Misi Katolik Sejak 1956

Pos misi Katolik di Apogomakidaa didirikan sebagai bagian dari upaya para misionaris Katolik untuk membawa ajaran agama dan pendidikan ke pedalaman Papua. Misi ini sangat berperan dalam memperkenalkan pendidikan formal dan kesehatan di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau. Kehadiran para misionaris tidak hanya sebatas menyebarkan ajaran agama, tetapi juga membantu dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat melalui berbagai program bantuan dan pengembangan sosial.

Apogomakidaa menjadi titik penting dalam penyebaran ajaran Katolik di wilayah Sukikai, yang pada saat itu merupakan bagian dari Kabupaten Dati II Paniai dengan ibukota Nabire. Seiring berjalannya waktu, wilayah ini kemudian terbagi menjadi beberapa kabupaten, termasuk Kabupaten Dogiyai, di mana Piyaiye kini menjadi salah satu pusat administratifnya.

Pusat Penerbangan AMA Sejak 1967

Selain pos misi, Apogomakidaa juga menjadi pos penting dalam jaringan penerbangan di Papua, terutama sejak American Missionary Aviation (AMA) membuka pos penerbangan di sini pada tahun 1967. Kehadiran AMA sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, karena pesawat-pesawat AMA menjadi satu-satunya sarana transportasi yang dapat menghubungkan mereka dengan dunia luar.

AMA tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga membawa bantuan logistik, tenaga medis, dan barang-barang penting lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini, pos penerbangan AMA di Apogomakidaa masih aktif, menjadi tulang punggung transportasi udara bagi banyak wilayah pedalaman Papua yang sulit dijangkau.

Apogomakidaa: Sejarah dan Warisan

Dengan pos misi Katolik yang telah ada sejak 1956 dan pos penerbangan AMA sejak 1967, Apogomakidaa menjadi saksi sejarah panjang perkembangan sosial dan agama di wilayah Papua Tengah. Pos misi ini memainkan peran penting dalam membentuk identitas religius dan budaya masyarakat setempat. Hingga kini, warisan misi Katolik dan peran penting AMA di Apogomakidaa masih terus dirasakan oleh masyarakat, menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Kampung Apogomakidaa menjadi simbol dari bagaimana kerja sama antara lembaga keagamaan dan kemanusiaan mampu membawa perubahan positif di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Ini juga merupakan bukti keteguhan dan keberanian para misionaris dan pelopor dalam melayani masyarakat Papua.

Rabu, 29 November 2023

Bukan Salah Orang Lain

Cerita dan Uraiana 

Tuhan Sang Penyelenggara Kehidupan. 

Dari Kaka Ir. Yang Ukago,MT


Siang tgl 27 Nov 2022 di  hari minggu, sy sedang pulang gereja tapi singgah sebentar di Pantai ini karena indah dan sejuk. 

Ketika sy sdg  duduk santai sendirian, kotbah Pastor di gereja tadi mengingatkan sy akan perkataan seorang psikolog yg pernah sy baca dlm sebuah buku:  


--------------------------------------

Kuatir dapat melemahkan Jantung

Sedih melemahkan Paru2

Ketakutan melemahkan Ginjal

Stress melemahkan Otak

Marah melemahkan Liver.

---------------------------------------

Itu kata2nya, 

Sy berfikir ini mungkin hubungan antara fisik dan psikis dalam tubuh manusia. Orang yang sering kuatir, takut, sedih dan marah2 dipastikan orang yang organ2 dalam  tubuhnya tidak sehat juga. Mungkin kata2 psikolog ini membenarkan perkataan org bahwa "Jangan suka marah2 nanti lekas  tua".  Orang yg suka kuatir dan marah2 itu banyak energi negatifnya, memang benar; wajah tidak segar dan mudah sakit. Sebaliknya orang yg berpikiran positif awet dan umur panjang. 


Selanjutnya kita renung sebentar, 

Jika jantung, paru, ginjal, otak dan liver bermasalah, apakah bisa disembuh dgn obat dari    medis?  

Jawabannya tidak tahu!. 

Klau demikian obat seperti apa yg bisa sembuhkan? 

Yang jelas rasa kuatir, sedih, ketakutan, stress dan marah  bisa diatasi dgn "hati yang gembira". Itu jalan satu2nya.

Karena Hati yang gembira adalah obat yang mujarab.  Titik! 


Tp mengapa hati yg gembira tidak ada  dalam diri kita?

Jawabnya mungkin karena kita tidak ada iman.

Iman itu soal bagaiman kita  menjalani hidup ini, Kita pandang segala sesuatu dalam hidup ini terjadi dari mana? Apakah dari  manusia atau Allah sebagai penentu hidup? 


Banyak kita  berpandangan bahwa manusialah yg menentukan atas hidup kita, bukan Allah. 

Sekalipun kita boleh klaim diri orang yang telah jatuh bangun di gereja dan rajin ibadah tp sesungguhnya  sebagian besar kita tidak memiliki iman.

Buktinya  dalam diri tubuh kita lebih banyak dikuasai fikiran negatif. Kita suka membedakan Orang lain dari kita.  Kita dengan doa, mungkin impikan sesuatu harus berhasil seperti yg kita inginkan. Jika gagal, sesama dipandang sebagai biang Kegagalan dan kita suka marah2, stress, kuatir dan akhirnya sedih. 

Kita telah lupa bahwa  gagal itu juga maksud  dari Allah.  Itulah sebabnya mengapa  bila ada orang yang gagal, tiada orang yg merayakan syukur karena gagal.  


Sekali lagi kita lupa Allah sebagai penyelenggara kehidupan ini.  Ketika org lain sukses,  sedangkan kita mungkin jatuh terkapar di lembah samudera kehidupan ini,  kita harus tetap percaya semua itu rencana Allah. Ketika kita gagal atau merasa ditampar orang, kita  tetap rileks, santai dan gembira. Kita anggap sj itu tamparan dari Allah. Kita bangkit dgn senyum dan mendoakan org yg aniyaya kita. Itulah iman. 


Kasihilah  musuhmu seperti dirimu sendiri !  Mengapa? Karena yang berhak mengadili orang yg bikin kita jengkel hanya Allah, manusia menjalani sj. Antara sesama manusia jangan saling balas membalas keburukan dalam hidup ini.  Terima dgn senyum dan jalani saja krn Allah tidak pernah biarkan manusia berjalan di luar kemampuannya. Sekali lagi jalani sj, Apa lagi yg mau dikuatirkan? 

Kadang kita heran juga... Mengapa manusia itu anggap sesama manusia sebagai penentu dalam hidup, sementara Allah diabaikan? Mengapa Allah hanya diingat saat di dalam gereja sj sedangkan enam hari lainnya dilupakan? 

Memang kita musti berbenah, kata Ebit G dalam lagunya ttg Kehidupan. 


Gedo beach, Awi jr 22

Rabu, 11 Oktober 2023

Otobiografi Linus Degei,S.Ars

 Otobiografi Linus Degei,S.Ars

Linus Degei Lahir pada tanggal 11 Februari 1995 di Kampung Apogomakida,Distrik Piyaiye Kabupaten Dogiyai ,Provinsi Papua Tengah. Dengan Ayah (Alm) Natalis Degei,dan Ibunya Maria Pokuai.Linus Degei adalah anak ketujuh dari 12 bersaudah.Namun yang ketujuh saudara(i),yang lainnya telah meninggal dunia.kini hanya tersisa Lima bersaudara dengan empat laki-laki dan satu perempuan.

 

Masa kecil Linus Degei lahir dan bertumbuh di kampung Apogomakida.Bersama anak seumuran mereka,bermain bola,berburuh,mencari kayu bakar,dan belajar tanpa alas kaki dan baju obral di SD YPPK St.Stevanus Apogomakida Ibuka Kota Distrik Piyaiye Kabupaten Dogiyai Papua Tengah.

 

Karena orang tua (ayahnya) seorang Katakis atau pewarta Gereja Katolik .Linus tumbuh dan besar dalam Iman Katolik. Bagi Linus Agama Kristen Katholik adalah ajaran tentang iman dan kebenaran yang diturunkan oleh orang tua sebagai pegangan dan modal hidup. Gereja Katolik Yang pernah ada semasa Linus Kecil di kampung halaman adalah,Gereja Katolik St.Daud dan sekitar tahun 2000 an berubah nama menjadi Gereja Keluarga Kudus,yang kini sudah menjadi Paroki Keluarga Kudus Piyaiye.

 

Dengan berjalannya waktu ,pada tahun 2007, Linus Degei menyelesaikan Sekolah Dasar dengan nilai memuaskan dari SD YPPK St.Stevanus Apogomakida distrik Piyaiye, kabupaten Dogiyai,Papua Tengah. Linus Degei melanjutkan SMP dan SMK di kota Nabire yang kini Ibukota provinsi Papua Tengah.

 

Pendidikan

2022 - 2008      :           (SD YPPK St.STEVANUS Apogomakida)

2009 - 2011      :           (SMP NEGERI 08 SANOBA NABIRE

2011 - 2014      :           SMK NEGERI 02 NABIRE (Teknik Konstruksi Kayu)

2014 - 2016      :           Universitas Pakuan Bogor Jawa Barat (Teknik Sipil (Pindah)

2016 - 2020      :           Universitas Tujuh Belas Agustus UNTAG Semarang (Teknik Arsitektur(Selesai)

 

Penghargaan

 

2008-20012      :           Juara I dan III Lombah Lari di Cabang 1500 M,3KM

2009                :           Juara I Lomba Lukis Tingkat Kabupaten dan Provinsi

2012                :           Juara I Lomba Cabinet Macking Tingkat SMK Se-Kab Nabire

2013                :           Juara III Lomba Pidato antar SMA/K Se-Kab.Nabire

 

Pengalaman Organisasi

 

 20210              :           Menjadi Ketua OSIS di SMP Negeri 08 Nabire

2012 - 2014      :           Ketua OSIS SMK Negeri 02 Nabire

2014-2015        :           Sekretaris PMKR Joseph Acoperthino Cabang Bogor Jawa Barat

2017-2018       :           Sekretaris IPMADO Pusat di Semarang Jawa Tengah

2017                :           Anggota Tetap di Komunitas AutoCAD di Jakarta

2018                :           Anggota Komunitas Autodesk Revit Architecture di Tangeran Banteng

 

Pengalaman Kerja

 

2015                :           Tim Survey Terminal Kereta Api di Bogor Jawa Barat

2016                :           Tim Perencana Perumahan Arya Permai di Ambon Maluku

2018                :           Anggota Tim Redesing Kota Lama Semarang Jawa Tengah

2018                :           Anggota Tim perencana Kota Lama Penang di Malaysia Menuju UNESCO

                                    (Sebagai Kota Lama Warisan Budaya)

2022                :           Arsitek Tugu Nabire Hebat di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah

2021                :           Perencana dan Pelaksana Wisata Rohani di Yaromakmur Nabire Papua Tengah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Kampung Apogomakidaa (Apouwo) Tahun 1971  Pusat Misi Katolik dan Penerbangan di daerah Papua Tengah di  bagian pegunungan Tengah Kampung A...